Monday, April 20, 2015

Yuk Kenali GEJALA DIABETES




1 | Mati rasa-Kebas -Kesemutan
Pada banyak kasus diabetes yang menimpa sebagian orang, hampir seluruhnya mengalami gejala berupa mati rasa. Adapun bagian tubuh yang sering merasakan mati rasa (kebas) atau kesemutan adalah tangan, kaki, beserta jari-jemarinya. Peringatan awal diabetes ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah, membuat serabut saraf mengalami kerusakan.

2 | Lebih sering buang air kecil
Penderita diabetes sering mengatakan dirinya mengalami peningkatan dorongan ingin buang air kecil. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami hal serupa, coba konsultasikan sedini mungkin pada dokter agar mendapatkan perawatan lebih cepat dan terkontrol.

3 | Berat badan berkurang
Menjadi kabar baik bagi orang yang bermasalah dengan kegemukan maupun obesitas. Tetapi, melihat faktor pemicu turunnya berat badan adalah karena diabetes, tentu membuat Anda semakin khawatir. Terjadinya penurunan berat badan ini memang berhubungan erat pada penderita, sebab tubuh tidak mampu menyerap glukosa (sumber energi tubuh) dengan benar.

4 | Nafsu makan meningkat
Bertambahnya rasa ingin makan bisa menjadi tanda lain dari diabetes. Rasa lapar ini tidak bisa dikendalikan, sebab sinyal lapar yang dikirim oleh tubuh ini harus dipenuhi keinginannya agar semua sel menjadi berfungsi dengan baik karena mendapatkan asupan glukosa yang lebih banyak.

Rasa lapar tersebut bukan karena sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa dari makanan, melainkan karena makanan yang sudah ditelan tidak apat masuk ke dalam sel untuk dipakai dalam proses metabolisme, sehingga timbul lah respon tubuh seperti lapar.

5 | Penglihatan mulai kabur atau buram
Masalah seperti ini seringkali menjadi keluhan umum penderita diabetes tipe 2. Penglihatan menjadi kabur atau buram atau tidak jelas seperti biasanya, terjadi akibat kadar glukosa melonjak naik, sehingga merusak pembuluh darah dan membatasi cairan yang masuk ke mata. Kondisi ini bisa mengubah bentuk lensa dan mata.

Kabar baiknya, gejala ini reversibel (dapat kembali normal) seiring dengan berkurangnya kadar gula darah hingga batas wajar. Namun, bila gula darah tetap tinggi kelainan pada mata ini bisa berujung pada kebutaan permanen.

6 | Kelelahan dan cepat emosi
Rasa lelah ini muncul bukan tanpa sebab. Ketika tidur, penderita diabetes akan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Kerap kali bangun untuk berkemih dan minum air, sehingga proses tidur terganggu alias tidak berkualitas. Keesokan harinya tubuh mengalami kelelahan dan tak jarang mengundang emosi.

7 | Rasa haus
Tadi telah disebutkan bahwa ciri-ciri penderita diabetes adalah sering buang air kecil. Peningkatan dorongan untuk berkemih akan memengaruhi cairan yang berada di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan dehidrasi. Tubuh yang kekurangan cairan akan memberikan respon berupa rasa haus dengan tujuan mengembalikan cairan yang hilang.

8 | Proses pemulihan luka yang lambat
Terdapatnya luka ketika kondisi tubuh sedang tidak baik, seperti kelebihan gula darah membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi tidak normal. Hal ini tentu mempengaruhi laju pemulihan luka atau memar, akan memakan waktu lebih lama dari biasanya.

Masalah kulit
Diabetes mememgaruhi sirkulasi darah, dan membuat kelenjar keringat mengalami disfungsional, sehingga membuat kulit menjadi bersisik, terasa gatal, kering, dan iritasi. Gejala yang satu ini cukup sulit dideteksi sebagai diabetes, karena banyak penyebab lain yang membuat kulit bermasalah seperti ini.

9| Impotensi Pada Pria
Penyebab utama terjadinya impotensi pada penderita diabetes adalah neuropathic. Neuropathic adalah kerusakan pada saluran parasimpatik penis yang mengakibatkan relaksasi pada arteri helicina tidak dapat terjadi. Hal ini menyebabkan saluran darah dalam penis tidak lancar sehingga penis tidak dapat membesar. Neuropathic ini akan terjadi perlahan – lahan hingga akhirnya menyebabkan kerusakan total pada penis.

Jika telah terjadi kerusakan total, maka penderita harus melakukan terapi dan pengobatan secara rutin dan seterusnya selama hidup. Karena jika tidak dilakukan pengobatan terus menerus, impotensi akan mengganggu kehidupan sehari – hari dan bisa memicu depresi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, otot – otot pada penis masih dapat mentolerir diabetes mellitus hingga kadar gula darahnya 200 mg/ml. Pada kondisi ini, neuropathic tidak terjadi dan ereksi masih dapat terjadi.
Jika kadar gula darah naik hingga menjadi 400 mg/ml, akan terjadi impotensi yang secara mendadak menyerang. Ini diakibatkan oleh adanya kerusakan endotel pada sinusoid.

10 | Infeksi jamur
Diabetes memengaruhi sistem kekebalan tubuh penderitanya. Tubuh akan rentan terhadap serangan berbagai bakteri dan jamur (candida). Semakin banyak jumlah bakteri atau jamur yang masuk ke dalam tubuh selama sistem imun tidak siap untuk membentengi tubuh. Jika sudah demikian, contoh masalah yang patut diwaspadai, khususnya bagi wanita adalah mengalami keputihan akibat infeksi candida (jamur).

Cara Mengetahui Diabetes

Jika Anda tidak tahu apakah status tubuh masih aman dari serangan diabetes ataupun tidak, segera lakukan tes darah. Beberapa tes darah tunggal tidak bisa menelurkan hasil akurat, Anda harus melakukan tes darah beberapa kali lagi (harus diulang) untuk memastikan.

Salah satu tes adalah melakukan tes glukosa plasma pasca puasa. Tes ditujukan untuk mengecek gula darah setelah selama waktu berpuasa tidak tubuh tidak mendapatkan nutrisi dari makanan.

Jika laporan menunjukkan glukosa darah di atas 126 miligram per desiliter (mg/dL) pada dua atau tiga tes yang berbeda, maka Anda positif menderita diabetes. Akan tetapi, bila glukosa darah berada pada tingkat 100 hingga 125 mg/dL, akan dianggap sebagai prediabetes (proses menuju diabete). Dan, jika glukosa darah berada pada angka 99 mg/dL, tandanya glukosa darah Anda normal.
 — Source : Alif N & https://www.facebook.com/KementerianKesehatanRI/photos/a.662148640481906.1073741828.662119780484792/1032223623474404/?type=1&theater

JURNAL KEPERAWATAN ONLINE


Berikut adalah beberapa alamat jurnal keperawatan online. Untuk mengunjunginya, klik saja pada masing-masing topik.
  1. AAACN Viewpoint: Jurnal tentang Ambulatory Care Nursing
  2. African Journal of Midwifery & Women’s HealthJurnal tentang maternitas dan kesehatan ibu
  3. AORN Journal: Jurnal tentang keperawatan perioperatif
  4. Archives of Psychiatric Nursing: Jurnal tentang keperawatan jiwa
  5. Australian Journal of Advanced Nursing: Jurnal tentang Advanced Nursing
  6. British Journal of Neuroscience Nursing: Jurnal tentang keperawatan bedah syaraf
  7. Critical Care Nursing Clinics of North America: Jurnal tentang keperawatan kritis
  8. European Journal of Oncology Nursing: Jurnal tentang keperawatan onkologi
  9. Evidence-Based Nursing: Jurnal tentang Evidence-Based Nursing
  10. Gastrointestinal Nursing: Jurnal tentang gastroenterology
  11. Geriatric Nursing: Jurnal tentang keperawatan geriatrik
  12. Heart & Lung: The Journal of Acute & Critical Care: Jurnal tentang masalah jantung paru akut dan kritis
  13. Human Resources for Health: Jurnal tentang pengembangan sumber daya kesehatan
  14. Infant: Jurnal tentang infant & neonatal
  15. International Emergency Nursing: Jurnal tentang keperawatan gawat darurat
  16. International Journal of Nursing Knowledge: Jurnal tentang isu & tren keperawatan
  17. International Journal of Nursing Studies: Jurnal tentang isu & tren keperawatan
  18. International Journal of Orthopedic Trauma Nursing: Jurnal tentang keperawatan ortopedi dan trauma
  19. International Nursing Review: Jurnal tentang kebijakan & advokasi keperawatan
  20. Issues in Mental Health Nursing: Jurnal tentang isu keperawatan kesehatan mental
  21. Journal of Addictions Nursing: Jurnal tentang keperawatan adiksi (kecanduan)
  22. Journal of the Association of Nurses in AIDS Care: Jurnal tentang perawatan AIDS
  23. Journal of Community Health Nursing: Jurnal tentang keperawatan kesehatan komunitas
  24. Journal of Emergency Nursing: Jurnal tentang keperawatan gawat darurat
  25. Journal of Neonatal Nursing: Jurnal tentang keperawatan neonatal
  26. Journal of Neuroscience Nursing: Jurnal tentang keperawatanNeuroscience
  27. Journal of Pediatric Nursing: Jurnal tentang keperawatan pediatrik
  28. Journal of PeriAnesthesia Nursing: Jurnal tentang keperawatan anastesi
  29. Journal of Professional Nursing: Jurnal tentang pendidikan dan kebijakan keperawatan
  30. Journal of Vascular Nursing: Jurnal tentang keperawatan vaskular
  31. MEDSURG Nursing: Jurnal tentang keperawatan medikal bedah
  32. Neonatal Network® The Journal of Neonatal Nursing: Jurnal tentang keperawatan di NICU
  33. Nursing Clinics of North America: Jurnal tentang keperawatan klinik
  34. Nursing Education Perspectives: Jurnal tentang pendidikan keperawatan
  35. Nursing Economics: Jurnal tentang isu kesejahteraan perawat
  36. Nurse Education TodayJurnal tentang pendidikan keperawatan
  37. Nurse Leader: Jurnal tentang kepemimpinan keperawatan
  38. Nursing Outlook: Jurnal tentang isu & tren keperawatan
  39. Nursing Standard: Jurnal tentang standar keperawatan
  40. Nursing Times: Jurnal tentang pengembangan keperawatan
  41. Oncology Nursing Forum: Jurnal tentang keperawatan onkologi
  42. Open Nursing Journal: Jurnal tentang manajemen pelayanan kesehatan
  43. Pain Management Nursing: Jurnal tentang manajemen nyeri
  44. Pediatric Nursing: Jurnal tentang keperawatan pediatrik
  45. Seminars in Oncology Nursing: Jurnal tentang keperawatan onkologi
  46. Teaching & Learning in Nursing: Jurnal tentang pembelajaran keperawatan
  47. The Journal for Nurse Practitioners (JNP): Jurnal tentang praktik keperawatan
  48. Urologic Nursing Journal: Jurnal tentang keperawatan urologi
  49. Western Journal of Nursing Research: Jurnal tentang isu & tren keperawatan
Sumber dari : http://kamahusada.blogspot.com/2015/04/jurnal-keperawatan-online.html